Memperkuat Soliditas Partai, Gus Halim Kukuhan Pengurus DPC PKB MLM Periode 2026-2031

banner 120x600
banner 468x60

LUBUK LINGGAU altinanews.com,– Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperkuat konsolidasi organisasi dan orientasi politik di Sumatera Selatan. Pengukuhan pengurus DPC PKB Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) masa bakti 2026–2031 menjadi momentum untuk memperkuat soliditas kader sekaligus mempersiapkan diri menghadapi pemilu mendatang.

Kegiatan pengukuhan dan orientasi politik tersebut digelar di Ballroom Dewinda Hotel Lubuklinggau, Minggu 18 Oktober 2026 dihadiri Ketua DPP PKB Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim, Ketua DPW PKB Sumatera Selatan H. Nasrul Halim, S.H. Anggota DPR RI Fraksi PKB Komisi XIII Dapil Sumsel I SN Prana Putra Sohe, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI H. Fauzi Amro, Wali Kota Lubuklinggau H. Rachmat Hidayat, Ketua DPW Perempuan Bangsa Hj. Yeti Oktarina Prana, serta para pengurus dan kader PKB.

banner 325x300

Ketua DPC PKB Kota Lubuklinggau Elvaria Novianti, S.E., bersama Ketua DPC PKB Musi Rawas H. Taslim dan Ketua DPC PKB Muratara Oon Kunaidi beserta jajaran pengurus mengikuti pengukuhan untuk menjalankan amanah organisasi selama lima tahun ke depan.

Ketua DPW PKB Sumatera Selatan H. Nasrul Halim mengatakan, pengukuhan tersebut bukan sekadar seremoni atau penerimaan surat keputusan (SK), melainkan bentuk penerimaan amanah dan tanggung jawab untuk membesarkan partai serta memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Ia menyampaikan, rangkaian pengukuhan dan orientasi politik pengurus PKB di berbagai kabupaten/kota di Sumatera Selatan dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari konsolidasi organisasi.
“Pengukuhan ini tidak hanya sekadar seremoni atau menerima SK dan mandat. Pengukuhan ini adalah penerimaan amanah dan tanggung jawab, tanda bahwa kita siap bekerja memenangkan PKB,” katanya.

Menurut Nasrul, para pengurus yang telah dikukuhkan harus mampu meningkatkan soliditas organisasi di semua tingkatan. Ia juga mengingatkan agar kader tidak hanya berorientasi pada perebutan kekuasaan, tetapi menjadikan politik sebagai sarana untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“PKB harus menjadi solusi dari seluruh persoalan yang ada di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh kader untuk mendukung program pemerintah daerah yang benar-benar bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Nasrul berharap penguatan organisasi dan peningkatan perolehan suara dapat membuka peluang bagi PKB untuk mengusung kader terbaiknya sebagai kepala daerah maupun wakil kepala daerah pada pilkada mendatang.

Sementara itu, Ketua DPP PKB Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim menegaskan bahwa PKB merupakan partai terbuka yang mengedepankan politik rahmatan lil alamin.

Menurutnya, meskipun PKB lahir dari aspirasi warga Nahdlatul Ulama (NU), partai tersebut tidak membatasi diri berdasarkan latar belakang agama, suku, budaya maupun pilihan politik.
“PKB menjadi partai terbuka dan menjalankan politik rahmatan lil alamin. Siap membantu siapa pun, tidak ada sekat. Jangankan sekat politik, sekat agama saja tidak ada,” kata Gus Halim.

Ia menjelaskan, semangat keterbukaan tersebut harus diwujudkan melalui kerja nyata, termasuk membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai kelompok masyarakat serta lintas partai politik.

Gus Halim juga mengingatkan para kader agar memahami sejarah kelahiran PKB. Menurutnya, PKB tidak lahir semata-mata dari keinginan sekelompok orang di Jakarta, tetapi juga berangkat dari aspirasi kader NU dan berbagai elemen masyarakat di daerah yang menginginkan hadirnya wadah politik pada era reformasi.

Ia menilai pemahaman terhadap sejarah partai penting agar kader memiliki landasan ideologis dan semangat perjuangan yang kuat dalam menjalankan tugas organisasi.

Dalam kesempatan itu, Gus Halim turut menyinggung dinamika jadwal pemilu mendatang. Ia menyebut pembahasan regulasi kepemiluan dan partai politik di Senayan perlu diarahkan untuk menghasilkan kebijakan yang membawa kemaslahatan bagi bangsa dan negara.

Menurutnya, hal terpenting bukan sekadar menentukan waktu pelaksanaan pemilu, melainkan memastikan regulasi yang dihasilkan mampu memperkuat demokrasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Gus Halim juga mengapresiasi dukungan dan kerja sama berbagai pihak dalam memperkuat PKB di Sumatera Selatan. Ia mendorong pengurus yang baru dikukuhkan agar menjaga kekompakan, memperkuat pelayanan kepada masyarakat, serta menjalankan program partai secara berkelanjutan.

Pengukuhan tiga DPC PKB tersebut diharapkan menjadi titik awal penguatan konsolidasi politik di wilayah Bumi Silampari. Dengan kepengurusan baru, PKB menargetkan organisasi yang semakin solid, kedekatan yang lebih kuat dengan masyarakat, serta peningkatan perolehan suara pada pemilu mendatang.

Ia berpesan ketua umum menegaskan politik kehadiran artinya selalu menjawab permasalahan masyarakat bukan sekedar mengetahui tapi menjawab dengan sikap dan perilaku bukan dengan teori.
“Di 2029-2031 61 persen generasi milenial dan gen z kalau PKB ingin menjadi pemenang,”tutupnya. (Rey)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.