PELANGI Sumsel Dorong Kebangkitan Pelukis Sumsel Melalui Reko Lukisan

banner 120x600
banner 468x60

PALEMBANG altinanews.com,- Semangat pelestarian budaya lokal kembali digaungkan Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia (PELANGI) Sumatera Selatan melalui ajang Sriwijaya Kite Fighting yang digelar di Dekranasda Jakabaring, Sabtu (16/5/2026).

Di sela sela acara Penutupan Festival Sriwijaya, Ketua PELANGI Sumsel, Eka Subakti menegaskan komitmen organisasinya untuk mendorong produktivitas para pelukis layangan di Sumatera Selatan sebagai bagian dari upaya pemajuan kebudayaan sekaligus pengembangan olahraga masyarakat, khusus nya layang layang.

banner 325x300

Menurut Eka, permainan layang-layang sejak dahulu memiliki hubungan erat dengan seni lukis. Tradisi itu terlihat dari berbagai motif gambar yang menghiasi layangan, mulai dari bentuk tiga dimensi, dua dimensi hingga layangan aduan yang dikenal dengan istilah “reko”.

“Secara historis, layang-layang tidak bisa dipisahkan dari seni lukis. Sebelum teknologi sablon berkembang seperti sekarang, leluhur kita membuat lukisan tangan langsung di atas layangan. Ada motif simbar rumah limas Palembang, gambar burung, bintang dan berbagai ornamen khas lainnya agar terlihat indah saat diterbangkan,” ujar Eka Subakti.

Ia menjelaskan, seni lukis pada layangan bukan sekadar hiasan, tetapi juga menjadi karakter dan identitas budaya masyarakat yang harus dijaga keberlangsungannya. Karena itu, PELANGI Sumsel membuka ruang kolaborasi bagi para pelukis dan seniman lokal untuk bergabung serta berkarya bersama.

“PELANGI Sumsel ingin menjadi wadah imklusif, kolaboratif semua unsur. Kami mendorong para pelukis di Sumsel agar tetap produktif dan ikut melestarikan budaya melalui karya-karya di media layangan,” katanya.

Selain sebagai sarana pelestarian budaya, langkah tersebut juga dinilai memiliki potensi ekonomi kreatif yang menjanjikan. PELANGI Sumsel berencana melakukan diversifikasi produk layangan “reko” lukisan agar memiliki nilai seni dan daya jual lebih tinggi. Kita akan perkenalkan reko lukisan di layangan ulur Gibrik, aduan pada even Forprov, Fornas mendatang.

Event Sriwijaya Kite Fighting sendiri menjadi ajang berkumpulnya komunitas pelayang, seniman hingga pecinta budaya dari berbagai daerah. Suasana kompetisi yang meriah dipadukan dengan nuansa seni tradisional menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang promosi budaya khas Sumatera Selatan kepada masyarakat luas.

PELANGI Sumsel berharap sinergi antara komunitas pelayang dan para pelukis dapat terus berkelanjutan sehingga tradisi seni lukis layangan tetap hidup di tengah perkembangan zaman modern. (Reynaldi/rls)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.