Evaluasi MBG di Bulan Ramadhan : Bijak atau Blunder

banner 120x600
banner 468x60

LUBUK LINGGAU altinanews.com,-Sekretaris Daerah BEMNUS Sumatera Selatan, Muhammad Julian, meminta pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan di seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan sebagai respons terhadap pelaksanaan program MBG yang berlangsung di berbagai daerah, di mana terdapat menu-menu seperti roti, susu, telur mentah, dan makanan ringan yang dinilai kurang sesuai dengan kondisi siswa yang sedang menjalankan ibadah puasa, Senin(. 23/02/2026) dalam siaran pers.

Muhammad Julian menyatakan bahwa kebijakan ini memunculkan kekhawatiran akan kurangnya sensitivitas terhadap nilai religius dan budaya masyarakat, khususnya di momentum Ramadhan. “Kami menilai bahwa distribusi makanan siap konsumsi pada jam sekolah selama Ramadhan berpotensi membuka peluang bagi siswa untuk berbuka di tengah hari,” ujarnya.

banner 325x300

Dalam pernyataan yang sama, Muhammad Julian juga menyebutkan bahwa praktik sosial masyarakat menunjukkan bahwa banyak orang tua yang membatasi bahkan meniadakan uang jajan anak selama Ramadhan sebagai bentuk pendidikan karakter dan pengawasan agar anak dapat menjalankan ibadah puasa secara penuh hingga waktu berbuka.

Apabila makanan dibagikan tanpa penyesuaian skema selama Ramadhan, maka hal ini berpotensi melemahkan peran orang tua dalam mendidik dan membimbing anak menjalankan puasa, menimbulkan godaan sosial di lingkungan sekolah bagi siswa yang sedang berpuasa, serta mengurangi nilai pendidikan spiritual serta kekhusyukan bulan suci Ramadhan.

Oleh karena itu, Sekretaris Daerah BEMNUS Sumsel mendorong agar pelaksanaan program MBG selama Ramadhan di seluruh Indonesia segera dievaluasi secara komprehensif. Kami mengusulkan agar skema distribusi dialihkan dalam bentuk sembako atau bahan kebutuhan pokok yang setara dengan alokasi anggaran per hari selama masa sekolah berlangsung.

Skema ini dinilai lebih tepat karena tetap menjaga tujuan pemenuhan gizi siswa, memberikan manfaat langsung kepada keluarga, menguatkan nilai kebersamaan dan keberkahan Ramadhan, serta mengurangi potensi polemik serta menjaga harmonisasi sosial.

“Kami menegaskan bahwa sikap ini bukan bentuk penolakan terhadap program pemerintah, melainkan bentuk tanggung jawab moral dalam mengawal kebijakan agar lebih bijak, inklusif, dan selaras dengan nilai masyarakat Indonesia,” lanjut Muhammad Julian.

BEMNUS Sumsel siap menjadi mitra kritis dan konstruktif dalam dialog bersama pemerintah pusat maupun daerah demi memastikan program MBG tetap berjalan efektif serta membawa keberkahan di bulan suci Ramadhan. (Aldi/rls)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.